Sunday, 14 February 2021

JUAL BUKU KAJIAN >>>> Qur'an Karim dan Terjemahan Artinya


 

READY EDISI TERBARU 2 JILID


Qur'an Karim dan Terjemahan Artinya

Koreksi Mushaf dan Tim Ahli : Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha')

Tim pengkaji ulang : H. Zaini Dahlan & Ahmad Bahauddin Noersalim

ISBN : 978-979-8413-18-0

Ukuran : 15,5 x 21 x 6 cm

Jenis cover : Hard cover

Tebal : 1228 + xliv halaman

Harga :  Rp 200.000,-

Order WA 085755080903

Diterbitkan oleh UII Press bekerja sama dengan Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3iA Narukan, Kragan, Rembang yang diasuh KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha').


Belakangan, orang-orang mulai mengenal dan ramai memperbincangkan Gus Baha. Kesederhanaan dan kealiman beliau banyak mengundang decak kagum banyak orang. Tak kurang Prof. Quraish Shihab pun juga memujinya. Menurutnya, tak banyak orang yang paham betul isi Al-Quran, berikut hukum-hukum fiqihnya secara mendetail seperti Gus Baha'. Bahkan Ustadz Adi Hidayat menjuluki beliau sebagai Al-Quran Berjalan.


KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha’ adalah putra Kiai Nur Salim, pengasuh pesantren Tahfidzul Qur'an di Kragan, Narukan, Rembang. Bapak beliau adalah murid dari Kiai Arwani Kudus dan Kiai Abdullah Salam, Kajen, Pati. Nasabnya bersambung kepada para ulama besar.


Beliau mempunyai ciri khas mengajarkan ber-Islam dengan optismis dan bergembira. Pada saat mengajar khususnya kitab Tafsir Jalalain, beliau menerangkan dari berbagai sisi, baik tata bahasa, ushul fiqih, tarikh, hukum fiqih, sisi tasawuf “hakikat” dan tak lupa hikmah dari ayat tersebut.


Ini adalah salah satu Al-Qur'an yang ditashih langsung oleh Gus Baha

JUAL BUKU KAJIAN

 


Judul : Fiqh Klasik Terjemah Fathul Mu'in

Alih bahasa : M.Munawwir Ridlwan

ISBN : 978-602-1207-29-1

Tebal : x + 880 halaman 

Ukuran : 16,5 x 10,5 Cm

Penerbit : Lirboyo Press 

Harga : Rp140.000,-

Berat: -+ 1400gram

Order WA.me/6285755080903

Sinopsis 

------------

Problematika keutamaan yang terus saja lahir di tengah-tengah masyarakat kini, terutama dalam kaitannya dengan ibadah dan Amaliah sehari-hari, Menjadi bukti bahwa kajian Syari'a, lebih lebih tema fikih,tidak bisa ditinggalkan dalam ruang dan waktu apapun. Kajian ini akan selalu dibutuhkan oleh segala macam lapisan masyarakat, baik oleh mereka yang berbeda di tingkat awam maupun lapisan yang paling religius.


kitab fath al-muin adalah salah satu karya terbaik yang pernah ditulis oleh para ulama dalam mengkaji tema fiqih. Karenanya hampir seluruh lembaga pendidikan Islam menggunakannya sebagai kitab induk dalam pengajaran ,meski kitab ini sangat familiar dalam ruang lingkup intelektual Islam,tidaklah mudah untuk menerjemahkan dan memahami teks teksnya clsecara komprehensif. Hadirnya buku Fiqh Klasik ; Terjemah kitab Fath al-muin ini membantu kita untuk menelaah dan mengkaji ilmu fiqh dengan benar sesuai harapan ketika buku ini mula-mula dituliskan.


kami menyambut gembira dengan terbitnya buku ini. Besar harapan kami buku ini menjadi wasilah bagi masyarakat islam untuk bisa terus memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadahnya di hadapan Allah SWT. Mudah Mudahan buku ini menjadi berkah dan manfaat bagi penulis khususnya dan umat muslim pada 


KH.Abdullah KAFABI MAHRUS 

(pengasuh . Lirboyo & Rektor IAI Tribakti )

Materi Prakarya Kelas 7 sem 2 PENGOLAHAN

 

Bab IV 

Pengolahan Bahan Pangan Sayuran Menjadi Makanan Dan Minuman Kesehatan




Pengertian Sayuran 

      Menurut ilmu pengetahuan, sayuran termasuk tanaman holtikultura. Hortikultura merupakan ilmu pertanian yang berkaitan dengan budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan termasuk tanaman obatobatan


Klasifikasi Sayuran

1. Berdasarkan Bagian Tanaman yang Dimakan 

a. Sayuran daun (leaf vegetables)

b. Sayuran batang (stem vegetables)

c. Sayuran akar (root vegetables)

d. Sayuran polong

e. Sayuran bunga (flower vegetables)

f. Sayuran buah (fruit vegetables)

g. Sayuran umbi batang

h. Sayuran umbi lapis (bulb vegetables)

i. Sayuran jamur (mushroom)


2. Berdasarkan Pigmen yang Dikandung

a. Sayuran berwarna hijau

b. Sayuran berwarna ungu

c. Klasifikasi sayuran berwarna merah/biru

d. Warna kuning/oranye pada sayuran


Kandungan dan Manfaat Sayuran

a. Kangkung

b. Jagung

c. Wortel

d. Bayam


Teknik Pengolahan Pangan


Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah (Moist Heat)

a. Teknik Merebus (Boiling)

b. Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan (Poaching)

c. Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan (Braising)

d. Teknik Menyetup/Menggulai (Stewing)

e. Teknik Mengukus (Steaming)

f. Teknik Mendidih (Simmering)

g. Teknik Mengetim


Teknik Pengolahan Pangan Panas Kering (Dry Heat Cooking)

a. Teknik Menggoreng dengan Minyak Banyak (Deep frying)

b. Teknik Menggoreng dengan Minyak Sedikit (Shallow frying)

c. Teknik Menumis (Sauteing)

d. Teknik Memanggang (Baking)

e. Teknik Membakar (Grilling)


Teknik Pengolahan Pangan Lainnya

a. Menghaluskan

b. Mencampur

c. Menyaring/Memeras

d. Tidak dimasak


<html>
<head>
<script data-ad-client="ca-pub-2731517760799851" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
Ini adalah bagian atas halaman Anda.
<title>Contoh halaman HTML</title>
</head>
<body>
Ini adalah bagian isi halaman Anda.
</body>
</html>





Saturday, 13 February 2021

Materi Budidaya Tanaman Obat

 Materi pembelajaran

1. Jenis  tanaman obat
 Tanaman obat dan produk yang dihasilkan



1.      Temulawak
    Rimpang temulawak sudah lama digunakan sebagai bahan ramuan obat oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati penyakit maag, sembelit, sariawan, cacar air, asma, dan sakit kepala.
2.      Jeruk Nipis
    Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Buah jeruk nipis dapat mengobati penyakit batuk, influenza, demam, sembelit, dan bau badan
3.      Sirih
    Daun sirih umumnya digunakan untuk mengobati penyakit bau mulut, sakit gigi, keputihan,
4.      Patah Tulang
    Hampir seluruh bagian tanaman patah tulang dapat digunakan sebagai obat. Akar dan rantingnya dapat mengobati penyakit lambung, rematik, dan nyeri syaraf. Bagian batang kayu dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit, sakit gigi, dan radang telinga. Getahnya dapat mengobati sakit gigi, tetapi jika terkena mata, dapat menyebabkan kebutaan. Cabang dan rantingnya jika dibakar dapat mengusir nyamuk.

2. Sarana Produksi dan Tahapan Budi Daya Tanaman Obat


            a.    Bahan
1)      Benih atau bibit
Cikal bakal tanaman, Benih tanaman obat dapat berupa biji untuk pembibitan secara generatif dan berupa stek, sambung, okulasi, rimpang, dan tunas. Bibit yang ditanam merupakan bibit sehat dan seragam pertumbuhannya.
2)      Pupuk
Pertumbuhan tanaman akan baik bila kandungan unsur hara tanah cukup tersedia. Pupuk untuk tanaman obat dianjurkan dari bahan alami (pupuk kandang atau kompos). Pupuk kimia cepat diserap tanaman,  tetapi dikhawatirkan menimbulkan efek farmakologis terhadap tanaman obat dan meninggalkan residu kimia yang mempengaruhi tanaman obat.
3)      Media tanam
                        Pilih tanah yang gembur dan subur. Tanah yang baik dan subur dapat terlihat dari tekstur tanah yang gembur dan komposisinya seimbang antara tanah liat, pasir, dan remah. Jika tanah kurang subur maka bisa ditambahkan atau dicampurkan pasir, kompos, pupuk kandang atau sekam.
4)      Pestisida
          Mengatasi gangguan hama dan penyakit pada tanaman obat. Jenis pestisida yang dianjurkan berupa pestisida alami/nabati yang berasal dari tumbuhan. Hal ini dilakukan agar pestisida yang diberikan tidak mempengaruhi kualitas tanaman obat dan menimbulkan residu kimia pada tanaman obat.
b.   Peralatan
     Menanam di Kebun/Pekarangan
1)      Cangkul untuk membuat bedengan.
2)      Garpu untuk menggemburkan tanah.
3)      Kored untuk membersihkan gulma.
4)      Gembor untuk menyiram tanaman.
     Menanam di Lahan Terbatas/Tidak ada Lahan
1)     Polybag pot atau wadah dari limbah botol mineral.
2)     Sekop untuk memasukkan media tanam ke  dalam wadah.
3)     Cangkul
3. Tahapan Budi Daya Tanaman Obat
a.   Pembibitan
1) Perbanyakan generative
      Perbanyakan generatif tanaman dilakukan dengan biji. Biji dapat disemai di polybag atau bak persemaian.
  2) Perbanyakan vegetatif
       Vegetatif alami dilakukan dengan tunas, rhizome, geragih, tunas, umbi batang, dan umbi lapis. Vegetatif buatan dilakukan dengan cara stek, runduk, okulasi, menyambung, dan cangkok.
                        b.   Pengolahan tanah
        Kondisi tanah yang gembur penting untuk pertumbuhan tanaman obat, khususnya untuk perkembangan rimpang pada tanaman temu-temuan. Jenis tanaman obat semusim atau tanaman berbentuk perdu membutuhkan bedengan untuk tempat tumbuhnya, tetapi tanaman obat tahunan tidak membutuhkan bedengan.
c.    Penanaman Lubang dan alur tanam dibuat pada bedengan
             Jarak lubang tanam disesuaikan dengan kondisi tanah dan jenis tanaman. Saat penggalian lubang tanam, sebaiknya tanah galian tersebut dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.

d.   Pemeliharaan


1) Penyiraman Frekuensi penyiraman dapat diatur sesuai dengan kondisi kelembapan tanah. Sebaiknya penyiraman dilakukan setiap hari, saat pagi dan sore. Sistem pembuangan air juga perlu diperhatikan karena beberapa jenis tanaman obat tidak tahan genangan air.
2) Penyulaman adalah penanaman kembali tanaman yang rusak, mati atau tumbuh tidak normal
3) Pemupukan Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik (pupuk alami). Penggunaan pupuk anorganik dikhawatirkan dapat menimbulkan pengaruh kurang baik bagi senyawa/kandungan berkhasiat obat pada tanaman obat.
4) Penyiangan. Gulma harus dilakukan agar tidak ada kompetisi antara tanaman budi daya dan gulma dalam mendapatkan hara dan cahaya matahari.
5) Pembumbunan. Dilakukan dengan tujuan untuk memperkukuh tanaman, menutup bagian tanaman di dalam tanah seperti rimpang, umbi atau akar, serta memperbaiki aerasi tanah.
6) Pengendalian OPT (Organisme Penggangu Tanaman) Pngendalian mekanis dilakukan dengan cara menangkap OPT dan membuang bagian tanaman yang terserang penyakit. Pengendalian kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida, disarankan menggunakan pestisida alami.

Gambar pemeliharaan:


e. Panen dan Pascapanen
1) Daun Pemanenan. Umur petik daun tiap tanaman juga berbeda, ada yang dipanen saat daun masih muda,
2) Rimpang. Dapat dipanen pada umur 8-12 bulan.
3) Biji. Kadar air biji saat dipanen berbedabeda, bergantung pada umur panen tanaman obat tersebut. Makin tua umur biji, makin rendah kadar airnya, sebaiknya hindari tempat lembap untuk penyimpanan.
4) Akar. Akar yang mengandung banyak air pengeringannya dilakukan secara perlahan-lahan untuk menghindari pembusukan dan fermentasi.

Tugas
Berdasarkan materi yang telah dipelajari di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini,

1.     1. Tanaman obat dapat dimanfaatkan berdasarkan bagian tanaman, seperti daun, akar, rimpang, buah dan bunga. Sebutkan masing-masing 3 contoh jenis tanaman obat berdasarkan bagian yang dimanfaatkan tersebut!
2.    2 Apa saja persyaratan tumbuh setiap  jenis  tanaman obat?
3.      Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan sirih (Piper betle) merupakan tanaman obat yang cukup banyak khasiatnya. tuliskan masing-masing 5 khasiat dari tanaman obat tersebut!
4.      Apa manfaat dan kegunaan dari Tahapan Budidaya Tanaman Obat (Persiapan Lahan/Media Tanam, Pemupukan, Pengendalian Hama Penyakit, Pemeliharan, Pemanenan) bagi manusia?
5.      Hal apa saja yang perlu di perhatikan untuk Pemeliharaan Tanaman Obat  Pada Lahan, dan Polybag?

Blog Perangkat

RPP KERAJINAN BAHAN LUNAK

KOMENTAR UNTUK KRITIK DAN SARAN SAYA TUNGGU RENCANA PELAKSANAAN  PEM BELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan        : SMP  Mata Pe...